n
Rabu, 24 September 2014
Rokok Shisha (Rokok Arab) Lebih Bahaya Dari Rokok Tembakau
DENPASAR, BALIPOST.com-Beberapa waktu lalu BNN menangani kasus tujuh siswa SMP yang ketahuan menghisap shisha. Meski bukan termasuk produk narkotika, namun shisha ternyata memiliki bahaya tersendiri. Selain masalah kesehatan, shisha bisa menyebabkan ketergantungan dan tentunya membutuhkan uang untuk menikmatinya.
Kepala Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, Ketut Adi Lisdiani, SKM., MHP., Senin (21/7) memaparkan, shisa termasuk produk yang mengandung zat adiktif. Oleh karena berbahan tembakau, shisha dalam peredarannya hingga saat ini termasuk produk legal dan dipandang sama dengan rokok. “Seperti rokok yang ada peringatannya, shisha pun demikian,” ujar Adi.
Perbedaan shisha dan rokok adalah dari cara konsumsinya dan rasa. Untuk menghirup tembakau memerlukan alat penghisap yang disebut shisha. Alat berupa bejana ini diisi air yang berfungsi memfilter asap dari tembakau yang memiliki rasa sebelum dihisap melalui hidung. Rasa dari shisha bermacam-macam mulai dari rasa mint sampai aneka rasa buah-buahan. “Shisha biasanya tersedia di restoran Timur Tengah, dijual per paket 35 ribu rupiah.” jelas Adi.
Oleh karena produk baru, belum banyak yang tahu ternyata dibalik kenikmatan rasanya, shisha banyak mengandung acamanan terutama dari sisi kesehatan. Menurut Adi, dari penelitian, shisha lebih berbahaya 400-450 kali daripada rokok. Satu sesi dari kegiatan shisha selama 30 menit mengandung 10 mg karbon monoksida yang lebih tinggi dibandingkan rokok. Selain itu menghisap shisha selama 45 menit menghasilkan jumlah TAR 36 kali lebih banyak ketimbang merokok selama lima menit.(wira sanjiwani/balipost)
Sumber. balipost.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar